Forum

Ketahui Beberapa Informasi Tentang Kebudayaan Islam

Author Message

davidkaur02
Date sent: 2020/12/25 07:24:14
Rukun Islam ada lima, yang terakhir yaitu naik Haji ke Baitullah. Maksud dari berkunjung ke tanah suci Mekkah adalah untuk mengerjakan serangkaian ibadah sesuai dengan rukun, prasyarat, dan waktu yang telah ditentukan. Dalam topik kali ini kami akan mencoba membeberkan perihal perbedaan Haji dan Umroh untuk persiapan sebelum pergi ke tanah suci.

Ibadah Haji harus aturannya bagi muslim yang mampu. Pengertian dari sanggup ini adalah memiliki bekal yang cukup untuk pergi dan bekal untuk keluarga yang ditinggalkan. Sama seperti ibadah Umroh yang bisa dilaksanakan di bulan-bulan lain kecuali bulan Dzulhijjah.

Jadi, kecuali sehat secara fisik dan rohani Anda seharusnya cakap secara untuk bisa melaksanakan ibadah Haji. Jangan memaksakan untuk ibadah Haji atau Umroh apabila keuangan Anda tak mencukupi.

Haji dan Umroh ini yaitu kesibukan rohani yang di dalam ibadah hal yang demikian terdapat ungkapan rasa syukur, pengorbanan, menjalankan instruksi Allah, berperilaku kebaikan dengan kerelaan hati, dan menghasilkan pertemuan besar dengan umat muslim lain dari semua dunia.

Berikut ini yaitu pengertian Haji dan Umroh beserta perbedaan serta persyaratan, rukun, sunnah, dan penjelasan-penjelasan lain tentang ibadah Haji dan Umroh.

Haji secara bahasa bermakna al-gashdu yang artinya yaitu menyengaja untuk melaksanakan suatu hal yang agung. Haji juga berarti mengunjungi sesuatu atau seseorang.

Walaupun haji berdasarkan istilah berarti mendatangi untuk mengadakan ritual tertentu. Ada juga yang mengartikan Haji sebagai berziarah ke tempat tertentu, pada waktu tertentu, dan melaksanakan amalan-amalan tertentu dengan niat beribadah.

Ziarah: Mengadakan perjalanan dengan mencapai jarak yang cukup jauh sehingga meninggalkan negeri atau kampung halaman, selain untuk penduduk Mekkah. Daerah Tertentu: Ka’bah di Mekkah, Muzdalifah, Padang Arafah, dan Mina.Waktu Tertentu: Ibadah haji dijalankan pada bulan-bulan haji, adalah Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijah.Amalan Tertentu: Perbuatan rukun haji, seharusnya haji, sunah haji seperti tawaf, sai, wukuf, mabit, muzdalifah, dan amalan-amalan lainnya.Niat Ibadah: Seluruh yang dikerjakan tak bernilai jika pelakunya tidak meniatkan untuk ibadah kepada Allah SWT.

Umroh sekilas memang mirip seperti ibadah Haji, melainkan kedua ibadah ini berbeda. Seandainya dijelaskan lebih detil, Umroh ialah ibadah haji kecil yang mana beberapa ritual ibadah haji dilaksanakan dalam ibadah Umroh.

Jadi bisa dikatakan bahwa ibadah Umroh ini adalah ibadah Haji yang dikurangi. Melainkan kedua ibadah ini sama-sama mempunyai pahala yang besar.

Umroh menurut bahasa berarti az-ziyarah yang artinya berkunjung atau mengunjungi suatu daerah atau seseorang.

Secara syariat, Umroh adalah berkunjung ke Baitullah dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan persyaratan tertentu yang waktunya tak ditetapkan seperti ibadah Haji. Jadi bedanya ini adalah Umroh bisa dikerjakan di bulan apa saja, tidak seperti ibadah Haji.

Perbedaan Haji dan Umroh

Masih banyak orang yang sering menyamakan antara ibadah Haji dan Umroh, perlu Anda kenal bahwa kedua ibadah ini tidaklah sama. Mungkin Anda bertanya, apa perbedaan Haji dan Umroh? Berikut yaitu sebagian perbedaan antara ibadah Haji dan Umroh.

Berdasarkan Hukumnya

Perbedaan Haji dan Umroh pertama adalah peraturan yang mendasarinya. Sebagai umat muslim tentu kita tahu bahwa Haji yakni rukun Islam yang ke 5, rukun ini semestinya dilakukan oleh orang muslim bagi yang memenuhi persyaratan.

Kewajiban untuk menjalankan ibadah Haji ini ada dalam firman Allah pada Qs. Ali Imran: 98 yang artinya,

“Dan bagi Allah subhanahu wata’ala, seharusnya bagi manusia untuk melaksanakan Haji ke Baitullah.”

NUI (Nahdlatul Ulama Indonesia) menyuarakan bahwa undang-undang Haji ini yaitu sepatutnya dan masuk dalam masalah undang-undang yang sudah disepakati dan diketahui seluruh muslim. Bagi mereka yang menghindari Haji meskipun mereka kapabel dan memenuhi syarat, maka mereka memperoleh dosa.

Meskipun untuk ibadah umroh sendiri masih menjadi polemik di kalangan para ulama, apakah mesti atau tak. Menurut Qs. Al-Baqarah: 196, orang Islam diperintahkan agar menyempurnakan ibadah Haji dan juga Umroh kepada Allah SWT.

“Dan sempurnakanlah ibadah Haji dan Umroh untuk Allah.” (Qs. Al-Baqarah: 196).

Kecuali itu, ada banyak hadist yang juga membeberkan perihal peraturan ibadah Umroh. Sebagian diantaranya menyamakan antara peraturan Umroh dengan aturan Haji, namun ada juga yang menyebutkan bahwa tata tertib melaksanakan Umroh ialah sunnah.

Menurut Rukunnya

Perbedaan berikutnya antara Haji dan Umroh bisa Anda lihat pada rukunnya. Jikalau mana rukun dalam ibadah ini menjadi penentu resmi dan tidaknya suatu ibadah. Meski ini juga berlaku untuk ibadah Haji dan Umroh jika tak dijalankan. Ibadah ini akan batal dan tidak dapat diganti denda.

Untuk ibadah Haji ini memiliki lima rukun, yakni ihram, wuquf di Arafah, tawaf, sa’i, dan memotong rambut. Lima rukun Haji ini wajib dilakukan untuk memenuhi persyaratan sah dalam ibadah Haji.

Seandainya Anda tidak melakukan seluruh rukun hal yang demikian sebab ada suatu hal, nilai Haji Anda akan berkurang.

Sedangkan untuk rukun Umroh yaitu niat ihram, tawaf, sa’i, dan memotong rambut. Bedanya disini yaitu tidak adanya wukuf di Padang Arafah pada ibadah Umroh. Wukuf ini hanya harus dilaksanakan oleh jamaah ibadah Haji.

Waktu Walaupun

Perbedaan ibadah Haji dan Umroh yang berikutnya yakni waktu progresnya. Seperti yang Anda ketahui bahwa ibadah Haji ini hanya dilaksanakan sekali dalam satu tahun. Jamaah ibadah Haji yaitu umat muslim dari seluruh dunia.

Meskipun ibadah Haji ini lebih sedikit diperbandingkan ibadah Umroh. Ibadah haji hanya dapat dikerjakan di awal bulan Syawal sampai dengan hari raya Idul Adha berlangsung di bulan Dzulhijjah.

Walaupun untuk ibadah Umroh ini bisa dikerjakan kapan pun, tak ada rentang waktu dalam melakukan ibadah Umroh. Jadi tiap bulan boleh dilaksanakan ibadah Umroh, tak seperti ibadah Haji.

Dalam satu hari, Umroh ini dapat dilakukan berkali-kali. Rangkaian ibadah Umroh amat simpel, yaiitu niat sambil berihram dari miqat, kemudian menjalankan tawaf di sekeliling Ka’bah.

Menurut itu dilanjutan dengan Sa’i tujuh kali diantara Shafa dan Marwah, kemudian yang terakhir merupakan Tahallul. Jika tidak sedang ramai, seluruh rangkaian ini dapat selesai dalam waktu sekitar 2 jam.

Berdasarkan Padahal

Kewajiban yang dilaksanakan saat melaksanakan kedua ibadah ini berbeda. Pada ibadah Haji dan Umroh para jamaah diwajibkan melakukan serangkaian ritual manasik, sekiranya ditinggalkan maka akan mengurangi ibadah, dan patut diganti dengan denda.

Ada lima keharusan yang patut dilakukan oleh para jamaah Haji, ialah ihram dari miqat, menginap di Muzdalifah, menginap di Mina, tawaf, dan melempar jumrah.

Meskipun untuk Umroh, kewajiban yang dijalankan ialah niat dari miqat dan menjauhi larangan-larangan ihram saja. Jumlah keharusan pada ibadah Umroh lebih sedikit dan membuat ibadah Umroh ini lebih kencang selesai dibandingi ibadah Haji.

Tingkat Keramaian atau Karena Tapi

Perbedaan yang berikutnya yaitu berdasarkan tingkat keramaian dan tenaga jasmani yang dibutuhkan dikala melakukan ibadah Haji dan Umroh.

Untuk ibadah Haji memerlukan kekuatan jasmaniah yang lebih besar serta situasi kesehatan yang benar-benar prima. Karena rangkaian ibadah Haji ini lebih banyak dan lebih kompleks kalau diperbandingkan dengan ibadah Umroh yang dapat selesai dalam waktu 2 jam saja.

Medan dan lokasi yang patut ditempuh ketika melakukan ibadah Haji tak dapat dibilang ringan, hal ini membuat ritual yang dijalankan malahan menjadi lebih sulit dikerjakan. Ditambah lagi dengan adanya jutaan manusia yang mengakibatkan dorong-dorongan terjadi.

Melainkan hal ini tak terjadi untuk ibadah Umroh, sebab ibadah Umroh ini cuma mengitari Ka'bah sebanyak tujuh kali dan berjalan bolak balik dari Shafa ke Marwah sebanyak tujuh kali juga. Sebab itulah tak ada pergerakan massal dari satu tempat ke daerah lain.

Perbedaan Rukun Haji dan Seluruh Haji

Rukun Haji yaitu inti dari ibadah Haji, rukun Haji ini memastikan originalitas dari ibadah Haji. Rukun haji tak dapat diganti dengan denda, berbeda dengan seharusnya Haji. Apabila mana sepatutnya Haji ini bisa diganti dengan denda dan Hajinya tetap resmi.

Rukun Haji

Rukun Haji ini yakni serangkaian ritual yang mesti dilakukan oleh para jamaah Haji, apabila salah satu rukun tidak dikerjakan karenanya nilai Haji akan berkurang. Rukun Haji ini tak bisa digantikan dengan Dam.

Berdasarkan klasifikasi yang dijadikan oleh Syekh Ba’asyin, rukun haji ini ada 5, yaitu:

Ihram, ialah niat melaksanakan ibadah Haji atau Umroh dengan menggunakan pakaian ihram dengan disertai niat Haji atau Umroh di miqat. Wukuf, yaitu berdiam diri, berdoa, dan dzikir di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.Tawaf Ifadah, adalah mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali yang dilaksanakan setelah melontar jumroh Awabah. Tawaf ini dikerjakan pada tanggal 10 Zulhijah.Sa’i, yakni berlari-larian kecil atau berjalan antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Sa’i dijalankan sesudah melaksanakan Tawaf Ifadah.Tahallul, yakni mencukur atau menggunting rambut yang dijalankan setelah mengerjakan Sa’i.

Segala rukun hal yang demikian sepatutnya dikerjakan saat menjalankan ibadah Haji. Rukun ini akan mempertimbangkan legalitas Haji.

Semua Haji

Berbeda dengan rukun Haji, jika salah satu ditinggalkan karenanya ibadah Haji yang dikerjakan konsisten legal dan dapat diganti dengan dam. Syekh Said Ba’asyin mengatakan bahwa ada enam seharusnya haji, adalah:

Niat Ihram, yaitu berniat Haji atau Umroh di miqat dengan berpakaian Ihram.Mabit (bermalam) di Muzdalifah, ialah menginap di Muzdalifah pada tanggal 9 Zulhijah pada dikala perjalanan dari Arafah ke Mina.Melontar Jumroh, adalah melontarkan tujuh kerikil secara berturut-ikut serta di Aqabah pad atanggal 10 Zulhijah. Sepatutnya kerikil sepatutnya masuk ke dalam jumrah besar tempt jumrah tersebut berada.Mabit di Mina, adalah bermaam di Mina pada hari Tasyrik (tanggal 11-13 Zulhijah).Melontar Jumroh Ula, Aqabah, dan Wustha pada hari Tasyrik (tanggal 11-13 Zulhijah).Tawaf Wada’, yaitu menjalankan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Mekkah.

Rukun Umroh dan Segala Umroh

Kecuali rukun Haji dan patut Haji, ada juga rukun Umroh dan Seluruh Umroh. Keduanya ini mempunyai jumlah yang lebih sedikit diperbandingkan rukun Haji dan Seluruh Haji. Berikut yakni penjelasannya:

Rukun Umroh

Rukun Umroh sama seperti harus Haji yang mana bila salah satu ditinggalkan dapat digantikan dengan denda dan Umroh tetap resmi. Adapun yang termasuk rukun Umroh adalah sebagai berikut:

Ihram, yakni berniat melaksanakan ibadah Umroh dengan mengaplikasikan pakaian ihram.Tawaf, yaitu mengitari Kakbah sebanyak tujuh kali yang dilaksanakan sesudah melontar jumroh Awabah. Tawaf ini dilaksanakan pada tanggal 10 Zulhijah.Sa’i, ialah berlari-lari kecil dari Shafa ke Marwah sebanyak tujuh kali.Tahallul, ialah memotong rambut.

Perbedaan antara rukun Haji dan Umroh ada pada pelaksanaan wuquf di Padang Arafah. Seandainya mana pada ibadah Haji ini tak dilakukan wuquf seperti pada ibadah Haji. Wuquf ini masuk dalam salah satu rukun Haji yang mesti dijalankan.

Semua Umroh

Sedangkan adalah harus Umroh, adapun yang termasuk dalam rangkaian wajib Umroh merupakan sebagai berikut:

Ihram dari miqat yang terbagi menjadi dua, merupakan Miqat zamani (batas waktu) yang bisa dilaksanakan sewaktu-waktu, dan Miqat makani (batas mulai ihram) sama halnya seperti haji.Menjaga diri dari larangan-larangan ihram, dimana jumlah larangana hal yang demikian sama seperti larangan pada ibadah Haji.

Saat Haji dan Umroh

Saat menjalankan ibadah Haji merupakan patut untuk tiap-tiap muslim yang kapabel secara materiil, lahiriah, dan rohani. Allah juga berfirman dalam Surat Ali-Imroh: 97 yang artinya,

”Padanya terdapat pertanda-pedoman yang kongkrit (di antaranya) maqam Ibrahim, barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia. Shalat ibadah haji ialah keharusan bagi umat islam kepada Allah, ialah (bagi mereka) orang yang cakap (dari segi materi, kesehatan dan situasi) mengadakan perjalanan menuju ke Baitullah. Barang siapa yang mengingkari kewajiban haji (sanggup namun tidak berkeinginan ibadah Haji), maka sebetulnya Allah SWT Maha kaya (tak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS Ali Imran: 97).

Jadi dari sini kita tahu bahwa ibadah ini seharusnya bagi mereka yang telah memenuhi syarat. Adapun syarat-prasyarat harus haji untuk setiap orang yang akan melakukan ibadah haji yaitu:

Beragama Islam, Berakal Sehat, Baligh, Merdeka, bukan budak Kuasa, atau cakap mengerjakan.

Meskipun tata tertib menjalankan ibadah Umroh yakni mutahabah yang berarti baik untuk dilaksanakan dan tak semestinya untuk dikerjakan. Meski ini seperti yang telah diperkenalkan Nabi Muhammad SAW, beliau mengatakan bahwa,

“Haji yakni fardhu padahal umroh merupakan tatawwu.” (Al Hadist)

Tatawwu artinya tak diharuskan, tapi bagus dijalankan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Disunnahkan untuk menjalankannya karena dengan itu akan mendapatkan pahala.

Sunnah Haji

Semestinya menjalankan ibadah Haji, ada sebagian sunnah yang direkomendasikan untuk dijalankan oleh para jamaah Haji. Adapun sunnah ini terdiri dari enam perkara, yakni:

Kecuali melaksanakan Haji dan Umroh. Ada 3 ragam sunnah dalam menjalankan Haji dan Umroh, adalah:Ifrad, adalah mengerjakan haji terpenting dahulu kemudian baru UmrohTamattu, merupakan mendahulukan Umroh kemudian baru ibadah HajiQiran, adalah melaksanakan ibadah Haji dan Umroh secara beriringan.

Membaca talbiyah saat ihram sampai melempar jumroh Aqabah pada Hari Raya Idul Adha (Hari Raya Haji)Berdoa setelah membaca talbiyahBerdzikir saat tawafMelakukan dua rakaat setelah tawafMasuk ke Kakbah atau Baitullah (Rumah Allah).

Demikianlah isu perihal perbedaan haji dan umroh, semoga bisa menerangkan kepada Anda tentang perbedaan antara ibadah Haji dan Umroh beserta rukun serta syarat-persyaratan mengerjakannya.

Haji ataupun Umroh merupakan ibadah yang benar-benar besar pahalanya, tapi Anda tak boleh memaksakan untuk pergi Haji atau Umroh seandainya tak punya uang. Karena regulasi dari ibadah Haji merupakan Semua cuma untuk mereka yang sanggup saja.

Jangan hingga sebab berharap pergi Haji Anda melaksanakan profesi yang tidak halal. Selain itu, bila Anda mendaftar Haji sekarang karenanya berangkatnya 20-25 tahun yang akan datang. Oleh sebab itu, Anda dapat mulai menabung mulai dari sekarang sampai 20 tahun kedepan untuk biaya Haji.